17 Tahun, Tanpa Ranking Dunia, Jadi Ranking 3, Pelatih Berikan Pujian oleh - sukaolahraga.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sukaolahraga.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 17 Tahun, Tanpa Ranking Dunia, Jadi Ranking 3, Pelatih Berikan Pujian oleh - sukaolahraga.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

JawaPos.com â€" Tim tunggal putri junior berbicara banyak di ajang Mola TV PBSI Home Tournament yang berakhir Jumat 24 Juli, lalu. Walaupun masih belia, mereka ternyata mampu mengimbangi permainan para pemain senior.

Pencapaian terbaik dilakukan oleh Saifi Riza Nur Hidayah. Dia berhasil menempati peringkat ketiga. Posisi itu lebih baik dari tunggal kedua dan ketiga Indonesia yakni Fitriani dan Ruselli Hartawan yang sudah tumbang di perempat final. Padahal, Saifi baru berusia 17 tahun dan masih belum punya peringkat dunia.

Namun, masih ada beberapa evaluasi dan perbaikan yang harus dilakukan Ester Nurumi Tri Wardoyo dkk.

Pelatih tunggal putri junior Minarti Timur mengakui bahwa secara keseluruhan, anak didiknya bermain bagus dan cukup memuaskan. Terutama Saifi. Meskipun sudah lama tidak bertanding, tapi para pemain junior Indonesia masih bisa mengeluarkan kemampuan terbaik.

“Puji Tuhan secara keseluruhan anak-anak main cukup baik. Walaupun ada satu atau dua anak yang tampil kurang maksimal. Namun, mereka sudah dapat pengalaman yang berharga bisa main dan sparing sama senior mereka,” kata Minarti ketika dihubungi JawaPos.com.

Peraih perak ganda campuran Olimpiade Sydney 2000 itu menambahkan, para pemain junior bisa mengukur sejauh mana jarak kemampuan mereka dengan para senior.  Memang, kata Minarti, masih banyak yang harus dilatih, ditingkatkan, dan dibenahi. Baik dari segi akurasi, kekuatan tangan, hingga kekuatan kaki. Selain itu, fokus di lapangan juga wajib dipertajam.

“Yang paling utama ya akurasi dan kualitas pukulan mereka yang harus ditingkatkan. Agar mereka bisa memberikan perlawanan pada senior-seniornya. Mudah-mudahan ke depannya mereka bisa menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Minarti menambahkan, penampilan Ester sudah lumayan. Dia bisa mengeluarkan ciri khas permainan sendiri walaupun lawannya lebih senior. Smes pemain berusia 15 tahun itu juga keras. Penguasaan lapangannya cukup bagus.

“Cuma fokusnya aja yang kurang kuat, jadi sering hilang, padahal sudah unggul. Juga pergerakan kaki ke kiri dan kanan harus lebih cepat,”begitu Minarti menganalisis.

Sementara untuk Saifi, Minarti juga mengatakan bahwa permainan anak asuhannya itu lumayan bagus. Kelebihan lain Saifi adalah semangat pantang menyerahnya. Selain itu, serangan dan smes Saifi cukup keras.

“Mungkin yang harus diperbaiki Saifi adalah pergerakan kaki harus lebih teratur, jangan buru-buru. Akurasi bola depan juga harus lebih halus dan lebih bervariasi,” katanya.

Minarti juga memberikan penilaian kepada Komang Ayu Cahya Dewi. Bagi Minarti, permainan Komang yang juga lolos ke perempat final dengan status juara grup, juga baik. Pukulan Komang susah ditebak.

“Anaknya juga nekat dan tidak mudah menyerah, tapi akurasi pukulannya harus dibenahi. Dia harus lebih akurat dan safe, terus kaki juga harus lebih kuat dan cepat,” imbuh Minarti.

Itulah tadi informasi dari idn poker terpercaya mengenai 17 Tahun, Tanpa Ranking Dunia, Jadi Ranking 3, Pelatih Berikan Pujian oleh - sukaolahraga.xyz dan sekianlah artikel dari kami sukaolahraga.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Post a Comment

0 Comments